Ochamutz91's Blog











{Maret 1, 2010}   Pendidikan Sekolah Untuk Anak ADHD Sekolah & anak dengan ADHD

Pendidikan Sekolah Untuk Anak ADHD
Sekolah & anak dengan ADHD
Bagaimana sekolah dapat membantu anak saya penderita ADHD ?

Sekolah dapat bekerja sama dengan keluarga dan para dokter untuk membantu anak ADHD di sekolah. Komunikasi terbuka antara orangtua dan staf sekolah dapat merupakan kunci keberhasilan anak. Para guru seringkali merupakan pihak yang pertama dalam mengenali perilaku seperti ADHD serta dapat memberikan informasi yang berguna kepada orangtua, penanggung-jawab, dan dokter yang dapat membantu diagnosa dan pengobatan.
Para guru dan orangtua juga dapat bekerja-sama untuk pemecahan masalah dan merencanakan cara-cara untuk membantu pelajaran anak baik di rumah maupun di sekolah.

“Menemukan bahwa anak kami menderita ADHD menjawab banyak pertanyaan mengapa ia tidak menunjukkan kinerja yang lebih baik disekolah” – orangtua dengan anak ADHD
____________________________________________________________________________________________

Bagaimana  ADHD mempengaruhi kemampuan anak untuk menjalin persahabatan ?
Anak-anak dengan ADHD sering mengalami kesulitan dalam hubungan sosial, yang dapat mengakibatkan konflik dengan anggota keluarga atau penolakan oleh anak-anak lain seusianya. Kekurangan dalam kemampuan sosial dikombinasi dengan tingkah laku hiperaktif, impulsif, dan kurang perhatian dapat menyebabkan anak dengan ADHD bertindak dengan cara yang dianggap tidak ramah, suka memerintah, kasar, tidak berpikir, atau aneh. Tambahan pula, anak dengan ADHD, seperti anak cacad lain, lebih sering menjadi sasaran untuk diperolokkan.

Obat-obatan untuk ADHD dapat memberikan efek positif terhadap tingkah laku sosial dan memperbaiki cara anak berhubungan dengan sesama.
Sebagai contoh, mereka mungkin lebih mampu untuk menunggu gilirannya dalam suatu permainan atau pembicaraan atau mengurangi komentar yang tidak dipikirkan terlebih dahulu.

Apakah anak saya perlu obat selama di luar sekolah ?
Gejala ADHD biasanya menetap pada anak anda – di sekolah, dan selama bermain, juga di rumah. Kebanyakan dokter menyarankan agar anak tetap menggunakan obat selama anak sadar/bangun, terutama apabila gejala ADHD menyebabkan ketegangan pada situasi diluar sekolah. Tidak makan obat ADHD dapat menimbulkan risiko bagi anak anda. Anak berusia muda berisiko untuk terluka dan mendapatkan masalah sosial bila tidak makan obat ADHD, sedangkan remaja lebih berisiko untuk kecelakaan kendaraan bermotor dan kelakuan berisiko lainnya.

Ada kemungkinan dokter anak anda menyarankan untuk memberikan istirahat makan obat pada waktu tertentu, seperti saat keluar sekolah, untuk mengurangi efek samping. Penting bagi anda dan anak anda untuk waspada bahwa gejala-gejala ADHD dapat timbul kembali bila obat dihentikan.

Strategi Untuk Anak di Rumah dan Sekolah

– Mempunyai rutinitas yang sama tiap hari
– Mengatur kegiatan harian
– Gunakan jadwal untuk pekerjaan rumah
– Pertahankan aturan secara konsisten dan berimbang.
____________________________________________________________________________________________

Bagaimana masa depan anak dengan ADHD ?
Dahulu dianggap bahwa kebanyakan anak-anak akan bertumbuh dan mengatasi ADHD setelah masa remajanya. Sekarang kita mengerti bahwa hal ini tidak benar. Meskipun sejumlah gejala ADHD dapat menghilang dengan berjalannya waktu11, dan sejumlah anak dapat tumbuh mengatasi penyakitnya, kebanyakan anak dengan ADHD akan tetap mengalami beberapa gejala ADHD selama tahun-tahun kemudian kehidupannya5.

Untuk  sejumlah orang, ADHD merupakan kondisi seumur hidup. Hampir 50 persen anak-anak dengan ADHD tetap mempunyai gejala-gejala yang perlu diobati setelah dewasa5. Diagnosa dini dapat membantu individu ini untuk belajar bagaimana mengelola gejala-gejalanya dan berhasil dalam kehidupan.

____________________________________________________________________________________________
“Sejak saya mulai dengan pengobatan ADHD, saya mendapatkan perspektif untuk menengok kembali hidup saya dan melihat mengapa beberapa hal yang saya lakukan telah gagal” – dewasa dengan ADHD.
____________________________________________________________________________________________

Untuk informasi lebih lanjut tentang petunjuk pengobatan FDA, dapat dilihat di  http://www.fda.gov/cder/drug/infopage/ADHD/default.htm.

Source:

ADHD Parents Medication Guide, prepared by American Academy of child and adolescent Psychiatry and American Psychiatric Association

Reference:

  1. American Psychiatric Association, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fourth Edition (DSM – IV – TR). Washington, DC: American Psychiatric Association, 2004.
  2. Available at: http://www.nimh.nih.gov/publicat/adhd.cfm#intro.Accessed4/12/07.
  3. Faraone SV, Perlis RH, Doyle AE, Smoller JW, Goralnick JJ, Holmgren MA, Sklar P, Molecular genetics of attention-deficit/hyperactivity disorder. Biol Psychiatry 2005;57:1313-1323.
  4. Psychiatric Times. Overcoming the specter of overdiagnoses. Available at: http://www.psychiatrictimes.com/p020801b.html.Accessed2/13/07.
  5. American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, Practice parameter for the assessment and treatment of children, adolescents, and adults with attention-deficit/hyperactivity disorder. J Am Acad Child Adolesc Psychiatry 2007;46(7):894-921.
  6. Available at: http://www.nimh.nih.gov/childhp/mtaqa.cfm.Accessed2/10/07.
  7. Greenhill LL, Stimulant medication treatment of children with attention deficit hyperactivity disorder. In: Attention Deficit Hyperactivity Disorder: State Of Science. Best Practices, Jensen PS, Cooper JR, eds. Kingston, NJ: Civic Research Institute, 2002.
  8. Available at:  http://www.drugabuse.gov/NIDA_Notes/NNVol14N4/ADHD.html.Accessed2/22/07.
  9. U.S. Department of Transportation National Highway Traffic Safety Administration, Study shows that young adults diagnoses with severe attention deficit hyperactivity disorder as children have more driving risk. Traffic Tech 1996;131.
  10. Available at: http://www.aap.org/healthtopics/adhd.cfm.Accessed4/12/07.
  11. Goldman LS, Genel M, Bezmen RJ, Slanetz PJ, Diagnosis and treatment of attention-deficit/hyperactivity disorder in children and adolescents. Council on Scientific Affairs. JAMA 1998;279:1100-1107.

Sumber : http://adhd.or.id/school.html




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: