Ochamutz91's Blog











{Maret 2, 2010}   Jenis Layanan intervensi Dini dan Pemberlakuan Terapi

Berbagai layanan intervensi dini yang dapat dilakukan orangtua terhadap anaknya antara lain instruksi khusus, terapi wicara, fisioterapi, nutrisi, pendidikan keluarga, layanan penglihatan, teknologi penunjang, layanan kesehatan, layanan perawatan, audiologi, layanan psikologi, layanan diagnosa medis. Layanan-layanan tersebut dapat dilakukan di rumah, pusat terapi, rumah sakit.
Lebih lanjut Dr.Tjhin menjelaskan bahwa sebaiknya orangtua perlu berkonsultasi dengan tim intervensi dini anaknya agardapat maksimal mengatasi anak mereka, biasanya menurut Dr. Tjhin dalam satu tim intervensi dini tersebut terdiri dari dokter anak, psikiatri anak, psikolog perkembangan anak, ahli nutrisi, terapis dan bila memang diperlukan oleh anak maka dokter neurology anak dan dokter rehabilitasi medis juga harus ada.
Para ahli tersebut bekerjasama dengan terapis wicara, terapis perilaku, terapis okupasi maupun orthopedagog dalam pendekatan didaktisnya, jika kemudian diketahui adanya permasalahn dalam perkembangan anak. Namun itu semua berpulang pada kondisi kebutuhan anak. Kegiatan pemberian perlakuan yang tersusun secara sistematis dan terstruktur dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Dimulai dari pengumpulan data penilaian perkembangan anak, data selanjutnya diolah untuk melihat kedudukan anak dalam situasi perkembangan umum lalu orangtua atau pengasuh diberi pengarahan lalu pemberian metode intervensi dini bagi anak, pemberlakuan tindakan ini perlu dicermati agar berhasil.
Metode intervensi dini bagi kesulitan belajar perkembangannya sampai saat ini belum terstruktur secara khusus.Berbeda dengan anak-anak penyandang down sindrom, penyandang autistic spectrum disorder (ASD), penyandang Cerebral Palsy (CP) dan lainnya yang sudah memiliki program terstruktur dengan lembaga pendidikan maupun layanan intervensi dini yang khusus.Anak berkebutuhan khusus (ABK), penanganan intervensi dininya seperti ‘ada dan tiada’, karena mereka tersebar di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini umum dan mendapatkan perlakuan umum yang tentu saja kurang menguntungkan bagi perkembangan kepribadiannya.
Untuk jenis masalah kebutuhan khusus anak, pemberlakuan layanan intervensi dini pada jenis masalah anak berbeda, misalnya saja anak yang mengalami masalah autisme perlu melakukan deteksi dini sejak dalam kandungan, deteksi dini saat anak dilahirkan hingga usia 5 tahun melalui cara pengamatan maupun skrening, dengan cara CHAT (Checklist Autism in Toddlers, biasanya dilakukan pada anak diatas usia 18 bulan).
Sedangkan pada anak ADHD maka bentuk intervensi dininya dapat dilihat dari gejala perilaku anak sehingga bentuk terapinya antara lain Terapi medikasi atau farmakologi, Terapi nutrisi dan diet, terapi biomedis dilakukan dengan pemberian suplemen nutrisi, defisiensi mineral, essential Fatty Acids, gangguan metabolisme asam amino dan toksisitas logam berat. Pemberlakukan terapi inovatif yang pernah diberikan terhadap penderita ADHD adalah terapi EEG Biofeed back, terapi herbal, pengobatan homeopatik dan pengobatan tradisional Cina seperti akupuntur.

Penting bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus agar melakukan terapi secara holistic atau menyeluruh, penanganannya sendiri terang Dr Thjin dan psikolog Indri Savitri hendaknya melibatkan multi disiplin ilmu. Sehingga masa transisi anak ke prasekolah dapat mulus terlaksana. Suatu rencana harus dibuat guna melancarkan transisi dari layanan intervensi dini ke prasekolah saat anak berusia 3 hingga 4 tahun.
Masa ini adalah masa bagi pihak sekolah untuk melakukan evaluasi komprehensif. Apakah anak memenuhi syarat masuk prasekolah atau tidak. Dilakukannya intervensi dini pada anak,setidaknya membantu orangtuadalam proseskegiatan pendidikan anak mereka kelak. Namun sayangnya, menurut DrThjin dan psikolog Indri Savitri sekolah bagi anak prasekolah di Indonesia belum ada. Padahal idealnya, sebelum anak memasuki usia sekolah, maka intervensi dini prasekolah perlu dilakukan. Ismayanti

http://ismadiary.blogspot.com/2009/06/intervensi-pada-anak-berkebutuhan.html



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: