Ochamutz91's Blog











{Mei 12, 2010}   Sedikit autis mungkin dapat menjadi kunci kesuksesan.

Oleh Nigel Hawkes, Editor Kesehatan dari The Times

Judul asli : Why a dash of autism may be key to success by Nigel Hawkes, Times Health Editor. Dimuat seijin dari The Times UK. Copyright 2001 The Times UK

Autisme adalah suatu bentuk ketidakmampuan dan gangguan perilaku yang membuat penyandangnya lebih suka menyendiri. Suatu bentuk ringan dari autis mungkin telah membuat banyak penyandangnya menjadi ilmuwan dan artis yang terkenal karena mereka memang butuh suatu keadaan yang terisolir dari dunia luar sehingga dapat berkonsentrasi penuh dan menghasilkan karya karya besar.

Hans Asperger seorang Doktor dari Austria yang pertama kali menyebutkan gangguan ini sebagai psikopat autistik masa kanak kanak mengatakan “Kelihatannya, untuk dapat sukses dalam bidang ilmu pengetahuan dan seni maka diperlukan adanya sedikit gangguan autis”. Ia menyebutkan beberapa keanehan perilaku pada anak anak yang kemudian keanehan perilaku ini dinamakan Sindron Asperger sesuai dengan namanya.

Sebagian besar Penyandang Asperger adalah laki laki. Mereka punya kebiasaan khusus dalam bertingkah laku, cerdas, nyentrik dan punya kelebihan berpikir secara abstrak. Mereka dapat menghabiskan waktunya dengan pekerjaan sekolah.

Penyandang Asperger berbicara seperti orang dewasa, menjadi pendengar yang buruk dan sedikit berbicara. Hasil pengamatan perilaku oleh Dr Hans Asperger yang kemudian ia sebut sebagai “intelegensia dan karakter seorang laki-laki” menjadi sangat populer. Dalam mendiagnosa pasienya para psikiater kemudian mulai menyukai memakai istilah penyandang Sindrom Asperger.

Menurut Lorna Wing, seorang psikiater yang berjasa membuat istilah Asperger menjadi populer, adalah seorang Biarawan Juniper, salah satu pengikut Santo Francis dari Asisi. Brother Juniper menggambarkan keadaan pikiran yang banyak ditemui pada penyandang autis yaitu dengan memberikan seluruh barang kepunyaannya kepada fakir miskin termasuk seluruh baju yang ia pakai.

Salah satu penyandang Asperger klasik adalah Henry Cavendish, bangsawan dan ilmuwan di abad ke 18 yang memberikan namanya untuk sebuah laboratorium di Cambridge. Hasil penemuannya yang paling terkenal adalah hidrogen.

Henry adalah seorang perfeksionis. Ia hanya akan mempublikasikan hasil riset jika sepenuhnya puas dan tidak suka berhubungan dengan orang lain. Ia membuat perpustakaan pribadi terpencil sejauh 4 mil dari rumahnya. Ia menginstruksikan para pembantu wanitanya untuk tidak berada dekat dengannya. Untuk menghindari berbicara dengan para pembantunya, Henry menulis dikertas dan menaruhnya di-meja apa yang ia inginkan untuk makan malam.

Filsuf terkenal Ludwig Wittgenstein tidak dapat berbicara sampa ia berumur 4 tahun. Ia tidak menyukai sekolah dan punya nilai akademis yang jelek. Ia mengatakan bahwa ketidakmampuannya untuk mengerti manusia lainnya sama seperti seseorang mendengarkan orang lain berbahasa asing yang tidak ia kuasai.

Namun Ludwig mempunyai intelektual tinggi yang memungkinkan dia untuk menulis karya filosofi “Tractatus Logico Philosophicus” ketika ia masih dalam tugas militer di Austria selama Perang Dunia Kesatu. Hubungannya dengan orang lain sering tidak harmonis. Pada suatu saat ketika ia berkunjung ke Amerika, ia untuk pertama kali disuguhi makan siang dengan roti sereal dan keju. Selama kunjungannya di Amerika ia selalu makan makanan yang sama yaitu roti sereal dan keju.

agi Dr Wing, contoh diatas menggambarkan bagaimana efek terisolir dari Sindrom Asperger dapat menjadi keunggulan bagi seseorang jika ia juga mempunyai intelegensia dan intelektual tinggi. Kandidat lainnya yang didiagnosa balik oleh Dr Wing adalah Albert Einstein dan komposer Erik Satie. Ilmuwan lain juga menominasikan pianis asal Kanada Glenn Gould, seorang jenius dalam memainkan Keyboard yang kemudian pensiun dari panggung pada usia 31 tahun dan kemudian hanya bermain piano di dalam studio rekaman nya. Ia hanya menggunakan telepon untuk berhubungan dengan orang lain selama berjam jam. Hal ini memungkinkan dia untuk berhubungan dengan orang lain tanpa harus bertatap muka.

Pelukis Andi Warhol yang dikenal sebagai orang yang tidak dapat bersosialisasi juga tidak menyukai perubahan, salah satu ciri khas orang penyandang autis. Hal ini terlihat dalam karya lukisnya yang digambarkannya secara berulang ulang.

http://puterakembara.org/archives8/00000002.shtml



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: