Ochamutz91's Blog











{Mei 29, 2010}   DEFINISI GANGGUAN BELAJAR lLearning Disorders= LD (Diagnostic & Statistical Manual of Mental Disorders [DSM-IVJ): (2∞4)

∑ Diagnosis gangguan belajar ditegakkan bila hasil yang dicapai di bidang membaca, maternatik, atau menulis di bawah hasil yang semestinya dapat dicapai sesuai dengan tingkat usia, akademik dan inteligensinya.

∑ Problem belajar sangat erat kaitannya dengan pencapaian hasil akademik dan aktivitas sehari-hari.

Di AS: 5% murid di sekolah umum mengalami LD. Hampir 40% nya mengalarni putus sekolah (1,5 X populasi umurn). Orang dewasa dengan LD biasanya mengalami kesulitan dalam pekerjaan dan adaptasi sosialnya. Orang dengan LD mempunyai proses kognitif yg abnormal: kelainan di bidang persepsi visual, bicara, atensi, dan daya ingat.

Jenis jenis Kesulitan Belajar ( LD ):

  • Gangguan membaca (Disleksia)
  • Gangguan matematik (Diskalkulia)
  • Gangguan menulis ekspresif (Spelling Dyslexia, Spelling Disorder)
  • Gangguan belajar lainnya / tidak spesifik

Gangguan Membaca (Disleksia):

Adalah ketrampilan membaca yang berada di bawah tingkatan usia, pendidikan dan inteligensi anak.

Ciri khasnya: gagal dalam mengenali kata-kata, lambat & tidak teliti bila membaca, pemahaman yang buruk.

∑ 4% dari anak usia sekolah di AS

∑ anak laki-laki 3-4 kali > anak perempuan

Gangguan. emosi & perilaku yang sering menyertai: – ADHD, Conduct disorder, & depresi (remaja)

Gangguan Matematik (diskalkulia)

Adalah ketrampilan matematik yang berada di bawah tingkatan usia, pendidikan dan inteligensi anak

Ciri khasnya adalah kegagalan dalam ketrampilan :

  • linguistik (memahami istilah matematika, mengubah soal tulisan ke simbol matematika),
  • perseptual (kemampuan untuk memahami simbol dan mengurutkan kelompok angka)
  • matematik (+/-/x/: dan cara mengoperasikannya)
  • atensional (mengkopi bentuk dengan benar, mengoperasikan simbol dengan benar)
  • Prevalensi ± 5% anak usia sekolah
  • Anak perempuan > anak laki-laki
  • Biasanya disertai gangguan belajar yang lain
  • Kebanyakan terdeteksi ketika berada di kelas 2 dan 3 SD (6-8 th)

Gangguan Menulis Ekspresif (Spelling Dyslexia, Spelling Disorder)

Adalah ketrampilan menulis yang berada di bawah tingkatan usia, pendidikan dan inteligensi anak

Banyak, ditemukan kesalahan dalam menulis dan penarnpilan tulisan yang buruk (cakar ayam)

Biasanya sudah tampak sejak kelas 1 5D

Rasa frustrasi, marah oleh karena kegagalan dalam prestasi akademik menyebabkan munculnya gangguan depresi yang kronis

Bagaimana Penatalaksanaan yang Komprehensif dan Terpadu Itu ? (2-3,4)

Anak merupakan bagian dari keluarga, ia hidup dalam keluarga. Ia tidak berdiri sendiri, ia mempunyai keterkaitan yang erat dengan semua anggota keluarga, berikut semua permasalahan yang ada. Oleh karenanya setiap permasalahan pada anak merupakan suatu tanda adanya bentuk ‘permasalahan’ lain dalam keluarga itu, yang mungkin belum muncul ke permukaan, sehingga sering orang tua tidak menyadari hal ini. Oleh karenanya untuk menanggulangi masalah ini diperlukan suatu pendekatan tim, yang terdiri dari tenaga medis (dokter anak, psikiater anak, dokter rehabilitasi medik), tenaga psikolog dan tenaga pendidik/remedial, ahli terapi wicara, okupasi, fisioterapis, petugas sosial.

Tergantung dari permasalahan yang muncul, maka suatu kombinasi dari cara-cara pengobatan di bawah ini perlu dipertimbangkan:

Farmakoterapi:

disesuaikan dengan kondisi gangguan yang ada

  • Stimulan: methylphenidate
  • Neuroleptika: misalnya Haloperidol, Risperidone.
  • Anti depresan: golongan Trisiklik anti depresan, SSRI (mis.Fluvoxamine, Fluoxetine, Sertraline), RIMA (Moclobomide).
  • Anti anxietas: misalnya buspirone, hydroxyzine dihydrochloride.

Psikoterapi :

termasuk terapi individual, terapi keluarga, terapi kelompok.

Terapi lainnya :

termasuk terapi edukasi khusus, wicara, perilaku, okupasi & fisioterapi.

http://www.kesulitanbelajar.org/index.php?option=com_content&task=view&id=15&Itemid=2



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: